Senin, 16 Mei 2011

Guru, musisi dan penikmat

Beberapa jam yang lalu aku rela berdiri menikmati serangkaian alunan music jazzy types yang dipimpin Ireng Maulana. Pikiran dan perasaan terlibat penuh seolah berada di dalam buaian suara dan lirik lagu-lagu yang dialunkan. Dalam sebuah lagu keterikatan berasal dari hentakan bas gitar dan dentingan ketukan piano. Di lagu lainnya keterlibatan digugah dari lirik lagu yang mengkoyak-koyak perasaan. Kata demi katanya terserap dalam jiwa membawa rasa senang maupun perih yang nikmat. Beberapa lagu menggelayutkan pikiran hati karena teringat bagaimana penyanyi asli lagu-lagu itu mengalunkannya. Setelah itu aku berdiam dan ternyata pikiran dan hatiku masih galau memikirkan bagaimana khalayak segitu banyak dapat terlibat dalam buaian penyanyi dan musisi. Hatiku terusik….. galau….. cemas…… berharap…. dan optimis bahwa ada yang paling tidak bisa dipikirkan bagaimana membuat guru melantunkan pelajaran yang diampunya sebagaimana musisi dan penyanyi mengundang gairah penonton atau pendengarnya.

Mengajar adalah menyanyi di panggung dengan iringan musik. Guru memilih bagian yang akan diajarkan, lalu meng aransemennya menjadi tatanan yang mudah diikuti, dinikmati, diresapi dan kemudian dinyanyikan kembali. Vokal dan aransemen diatur sesuai dengan khalayak pendengar atau penontonnya. Semakin jelas artikulasinya semakin mudah diikuti. Semakin pas aransemennya semakin nikmat hati dan pikiran mengolahnya. Semakin dalam penghayatan yang ditinjukkan   semakin lama melekat di pikiran dan hati.Semakin nyaman bahasa tubuh yang dimpilkan semakin hanyut siswa di dalam mengikuti untaian konsep-konsep yang baru dikenalnya. Lalu tanpa terasa konsep itu terselip dalam jiwa dan pikir siswa. Setelah itu mereka mengemasnya kembali dan merangkainya dengan gaya dan kata-katanya sendiri. Sebagaimana sebuah lagu yang lantas kita lantunkan di kamar mandi, konsep-konsep pelajaran secara mudah lantas diungkap kembali oleh siswa di saat diperlukan.

Teman-teman yang memutuskan untuk menjalani hidup lewat pengajaran dan pendidikan, marilah terus kita cari ilmu dan ketrampilan yang akan memampukan kita untuk mengajar yamg membelajarkan. Jika mengajar adalah berjoged maka membelajarkan adalah menjogedkan. Dimana yang akan menjogedkan adalah lantunan musik dan penyanyi yang iramanya dapat dinikmati. Membelajarkan bukan mengingat-ingat tetapi membelajarkan adalah melibatkan dan membisakan.

Refleksi diri di malam minggu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar